Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

FTS-ku yang diantologikan bersama teman-teman grup Inspirasi-ku


Curhat Colongan Sahabat Inspirasiku

Judul : CURHAT COLONGAN SAHABAT INSPIRASIKU
Penulis :
Adrian Monteque * Aisyah Sofiyatul Husna * Annisa Ramadona *Apriliana Wakhidah * Arzeey Cha * Awiek Libra * Bintang Khawarizmi * Binar Chandra *Dedi Prestiadi *
Dena Ambar Sary * Dian Cahyani * Dian Lesmana Putra *Emma Marlinah * Endah Tri Anomsari * Endang SSN * Erma Rostiana * Fanny YS * Fatimah Azzizah *
Ferawati * Herlia Istiqomah Icha Putri * Hermawan W Saputra * Hilal Ahmad * Ia Safasna * Inayah Adi Oktaviana * Isnawati Eka Lestari * Kamiluddin Azis * Komala Sutha * Maharanisyah * Mas Mochammad Ramdhani* Micka *
Muhammad Abdurrahman * Nanda Ochi * Nina Rahayu Nadea * Nyi Penengah Dewanti *Oktanika* Petra Shandi * Puji Setianingsih* Raihan El Fakhrie * Rayhan Elbaari * Rurin Kurniati * Sansia B * Syukron Jayadii * Susvika Desita Chaniago *Tri Susi Tira Katri *Trya Puji Lestari * Viona Novelia * Wahyu Susanto * Wirasatriaji *
Yoga Nurdiana Nugraha *Yunita Hentika
Tebal : xiv 196 hlm
Harga : Rp. 44.000,-
ISBN : 978-602-225-376-1
Sinopsis:
Maaf, itulah kata yang mungkin harus kupersembahkan untuk kisah memalukan yang terukir antara aku dan kawan kecilku. Tapi jauh di dasar hatiku, aku adalah ksatria atas keberanian pengakuanku. Aku ingin dunia iri akan hebatnya cerita persahabatanku. (Wirasatriaji - Dua Ratus Rupiah)
-o0o-
Rahasia ini begitu lama kusimpan. Tetapi aku berpikir bahwa pengalaman hidup ini akan lebih berarti jika dibagi kepada orang lain. Aku rela menggadaikan rasa malu dan menuliskan kisahku dalam buku ini. Semua demi sebuah hikmah yang mungkin bisa dipetik. (Kamiluddin Azis - Tenang Membawaku Selamat)
-o0o-
Aku pernah bersahabat dengan keegoisan juga keangkuhan. Tapi senja telah mengantarkanku pada kesadaran hingga aku percaya bahwa sebenarnya Tuhan telah menitipkan kepedulian itu kepada setiap hati, ada yang mengambilnya namun tak jarang pula yang melepaskannya. (Endang SSN, Senandung Cinta Tanpa Syarat)
-o0o-
Ragu dan perasaan rendah diri memasungku. Mungkin berlebihan. Berbagai perbedaan nyaris menyurutkan langkahku. Namun akhirnya, dengan rengkuhan semangat baru, batas perbedaan itu mampu kukuakkan. Sebuah perbedaan adalah proses belajar yang menghadiahiku sebuah pengalaman berharga. (Komala Sutha, Ketika Perbedaan Tak Jadi Penghalang)
-o0o-

Subsidi untuk Penyandang Disabilitas


Dimuat : Harian Seputar indonesia, kolom Suara MahasiswaPDFPrint
Friday, 20 April 2012
INAYAH ADI OKTAVIANA
Mahasiswi FKIP Kimia
Universitas Sebelas Maret
Permasalahan penyandang cacat atau yang saring dikenal dengan istilah disabilitas merupakan permasalahan sosial yang sampai kini tidak kunjung usai.Jumlah penderita disabilitas semakin tahun semakin meningkat, tetapi perhatian negara maupun masyarakat sendiri masih rendah.
Pada 2011, menurut Siswadi, Ketua Umum Persatuan Penyandang Cacat Indonesia, jumlah penyandang cacat di Indonesia berdasarkan data Depkes RI mencapai 3,11% dari populasi penduduk atau sekitar 6,7 juta jiwa.Sementara bila mengacu pada standar yang diterapkan Organisasi Kesehatan Dunia PBB dengan persyaratan lebih ketat, jumlah penyandang cacat di Indonesia mencapai 10 juta jiwa (tribunnews.com).
Sungguh ironis memang bila melihat data penyandang disabilitas yang semakin lama semakin meningkat, sedangkan hak asasi mereka pun banyak yang terabaikan.Banyak sekali anak penyandang disabilitas yang tidak mengenyam bangku pendidikan karena kondisi ekonomi orang tua mereka tidak mampu, bahkan ada yang sengaja “disembunyikan” oleh orang tua mereka lantaran malu punya anak yang menyandang disabilitas baik fisik maupun mental.
Di tengah gejolak wacana pengalihan subsidi yang belakangan ini muncul,banyak orang yang kurang memperhatikan peningkatan subsidi khusus untuk penderita disabilitas. Selama ini hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan sudah terpangkas. Maka dari itu,pemerintah dengan berlandaskan pada UU No 19 Tahun 2011 seharusnya mulai membangkitkan hak-hak untuk para penyandang disabilitas tersebut.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah adalah pemberian subsidi khusus untuk para penyandang disabilitas. Subsidi bisa digunakan untuk pembukaan lapangan kerja baru bagi para penyandang disabilitas,beasiswa bagi para penyandang disabilitas,biaya pendidikan gratis untuk para penderita disabilitas, maupun santunan dana langsung untuk mereka.Upaya tersebut digunakan untuk menggali potensi mereka,untuk memberikan hak pendidikan,pekerjaan,serta kehidupan yang layak untuk mereka.
Sudah saatnya pemerintah fokus untuk memikirkan nasib mereka supaya tidak terjadi kesenjangan sosial antara orang yang normal dan para penyandang disabilias dalam kehidupan masyarakat. Sudah saatnya penyandang disabilitas tidak dipandang sebelah mata karena pasti di balik kekurangan,mereka memiliki potensi-potensi hebat yang belum tergali.●



dimuat juga di http://gagasanhukum.wordpress.com/tag/inayah-adi-oktaviana/

Kampanyekan Hemat BBM


dimuat: di kolom suara mahasiswa, Harian Seputar Indonesia (website)
Wednesday, 08 February 2012
PDFPrint
INAYAH ADI OKTAVIANA
Mahasiswa FKIP Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta
Pemerintah Indonesia sedang bermasalah perihal subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang telah begitu membebani APBN.Harga minyak yang terus meroket membuat beban subsidi kian meningkat.
Apalagi Indonesia sudah lama keluar dari titel ekportir minyak, karena sekalipun masih mengekspor, pada kenyataannya Indonesia adalah negara nett importer. Impor kita jauh lebih besar dari ekspor. Sebenarnya yang dapat berperan besar untuk penghematan subsidi BBM adalah masyarakat.Jika masyarakat mampu, yang seharusnya tidak menikmati subsidi BBM, tidak mengonsumsi BBM bersubsidi dan masyarakat yang kurang mampu menghemat tingkat konsumsi BBM bersubsidi, pasti APBN tidak akan terbebani terlalu besar.
Kampanye hemat BBM sebaiknya mulai digencarkan. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Pertama, memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait faktor-faktor apa saja yang menjadi dasar kebijakan pemerintah untuk menghemat konsumsi BBM.
Peran kampanye hemat BBM di sini sangat diperlukan untuk menjelaskan bagaimana kondisi APBN, kenaikan harga minyak dunia, ketimpangan tingkat produksi, dan sebagainya.Jika masyarakat lebih mengetahui hal tersebut, diharapkan mereka bisa memahami dan mendukung kebijakan pemerintah.
Kedua,mengajak segenap elemen masyarakat untuk bersamasama menghemat BBM. Menekan konsumsi BBM memang agak sulit, mengingat lumayan tingginya konsumsi BBM selama ini. Namun bila tidak segera diupayakan,kapan masyarakat memulai untuk membuang-buang bahan bakar demi keperluan yang tidak terlalu penting?
Ketiga, menjelaskan keuntungan di balik penghematan BBM tersebut.Selain bisa menghemat APBN,penghematan BBM dapat berdampak berkurangnya kendaraan bermotor yang berlalu lalang. Hal ini dapat mengurangi polusi dan berdampak positif bagi lingkungan dan kesehatan. Hasil penghematan dapat dialokasikan bagi program pengentasan orang miskin,pendidikan,atau infrastruktur.
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan lebih mengerti dan mendukung program pemerintah dalam mengatasi permasalahan subsidi BBM. Sebab, Indonesia saat ini membutuhkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk saling bahu membahu menyelesaikan permasalahan perekonomian bangsa.●

Civitas Academica Bangkitkan Industri


dimuat di Harian Seputar Indonesia, kolom Suara Mahasiswa
26 Januari 2012
Oleh Inayah Adi Oktaviana
Mahasiswi FKIP Kimia Universitas Sebelas Maret
Masyarakat Indonesia sedang dikejutkan oleh salah satu karya pelajar SMK di Kota Solo yang telah berhasil merakit sebuah mobil dengan kualitas yang tidak kalah bagus dengan mobil impor dari negara lain.
Fenomena tersebut merupakan salah satu indikator bahwa sumber daya manusia (SDM) diIndonesiasebenarnya tidakkalah dengan SDM negara-negara lain. Karya fantastis dari pelajar SMK tersebut seharusnya dapat membuka mata para mahasiswa yang notabene memiliki ilmu dan pengalaman lebih banyak daripada mereka yang masih berada pada jenjang SLTA. Di manakah peran mahasiswa,ketika pelajar-pelajar SLTA sudah inovatif merangkai sebuah mobil dengan kualitas yang baik?
Kebanyakan mahasiswa belum sadar terhadap tantangan bangsa Indonesia yang setiap tahun semakin banyak. Hanya beberapa mahasiswa yang benar-benar tertarik dengan bidang riset dan benar-benar mengembangkan nya. Di bangku kuliah porsi antara teori dengan praktik pun belum begitu seimbang.
Padahal bangsa Indonesia tidak cukup disuguhi teori-teori oleh para civitas academica, tetapi bangsa Indonesia lebih membutuhkan langkah pasti para kaum intelektual itu untuk menyusun karya inovatif yang kelak akan mendorong bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih produktif.
Selain itu tidak semua universitas bersungguh-sungguh mendukung mahasiswanya untuk mempunyai minat riset yang tinggi. Selama ini Indonesia lebih sering mengimpor barang-barang dari luar negeri daripada mengekspor hasil karya bangsa Indonesia ke luar negeri sehingga dapat kita katakan bahwa perkembangan industri dalam negeri Indonesia cukup tertinggal.
Apabila bangsa Indonesia tidak segera bangkit dan mulai mengembangkan industri dalam negeri, bisa dipastikan lama-kelamaan industri Indonesia akan semakin jauh tertinggal dengan negara-negara lain dan semakin terjajah dengan produk-produk negara lain. Karya membanggakan siswa-siswa SMK tersebut serta tantangan mengembangkan industri dalam negeri seharusnya dijadikan wacana bagi para civitas academica.
Mereka harus mulai tancap gas membudayakan riset-riset inovatif untuk mengembangkan industri dalam negeri Indonesia.Supaya Indonesia tidak terusmenerus mengimpor barang-barang industri dari negara asing. Bermula dari kesungguhan para civitas academica memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam pengembangan industri yang berkualitas,
hal itu akan menjadi salah satu kunci menyongsong kemajuan bangsa melalui bidang pengembangan industri dalam negeri.Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa sesungguhnya selain mempunyai SDA (sumber daya alam) yang luar biasa, tetapi Indonesia juga memiliki SDM yang berpotensi luar biasa pula. (Sumber: Seputar Indonesia, 26 Januari 2012)

Pengabdian melalui Knowledge Transfer


dimuat : harian Seputar Indonesia, kolom Suara mahasiswa
Oleh Inayah Adi Oktaviana
Mahasiswa FKIP Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jumlah mahasiswa di Indonesia yang semakin tahun semakin meningkat selama ini terasa tidak sebanding dengan jumlah pengabdian mereka kepada masyarakat.
Kebanyakan dari mereka terlalu sibuk mengurusi kepentingan kuliahnya hingga terlena terhadap permasalahan yang sedang menghantui masyarakat. Mahasiswa yang seharusnya diharapkan menjadi sosok yang terjun langsung menghampiri permasalahan masyarakat dan membantu penyelesaiannya justru memilih untuk ikut berpartisipasi dengan cara demonstrasi.Padahal cara yang mereka pilih itu belum tentu dapat menyelesaikan permasalahan,bahkan tidak jarang menuai masalah baru karena demonstrasi mereka yang kurang tepat.
Mahasiswa yang merupakan generasi penerus berperan sebagai ujung tombak peningkatan kemajuan bangsa Indonesia. Beberapa kelebihan yang dimiliki mahasiswa, yaitu sebagai intelektual,idealis,kritis dan kreatif,diharapkan dapat membuat suatu arus perubahan dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Knowledge transfer atau bisa dikatakan berbagi ilmu pengetahuan merupakan salah satu tindakan pengabdian masyarakat yang mempunyai sasaran memajukan kehidupan masyarakat dari berbagai aspek.Perwujudan dari knowledge transfer bisa berupa penyuluhan atau sosialisasi terkait aplikasi ilmu yang telah dipelajari mahasiswa dalam kehidupan masyarakat.
Misalnya penyuluhan tentang upaya peningkatan panen atau upaya pemberantasan hama,pentingnya taat hukum oleh seluruh warga negara, training tentang kependidikan yang langsung berbaur ke dalam masyarakat, dan upaya lain sesuai dengan permasalahan yang dialami masyarakat. Semua kegiatan tersebut bisa dilakukan oleh semua mahasiswa yang mempelajari ilmu-ilmu tersebut atau paling tidak memahami tentang aplikasi ilmu tersebut dalam kehidupan masyarakat.
Partisipasi tersebut diharapkan dapat menambah wawasan bagi masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan yang menjerat kehidupan mereka. Siapa lagi kaum intelektual yang berkenan untuk membantu memecahkan sedemikian banyaknya permasalahan sosial di kalangan masyarakat kalau bukan mahasiswa? Jika menunggu para petinggi negara menuntaskan seluruh permasalahan itu, kapan penderitaan yang melilit masyarakat akan berakhir,karena para petinggi negara juga sibuk dengan kepentingan sendiri. (Sumber: Seputar Indonesia, 15 Maret 2012).

Demonstrasi ala Kaum Intelektual


Dimuat: Harian Suara Merdeka, 24 Desember 2011
DEBAT : "Aksi Sondang Hutagalung"
·     Inayah Adi Oktaviana : Mahasiswi FKIP Universitas Sebelas Maret
DEMONSTRASI adalah salah satu bentuk penyampaian pendapat, penolakan, kritik, ketidakberpihakan terhadap suatu kebijakan yang dianggap menyimpang. Dari konteks tersebut, dapat kita ketahui bahwa demonstrasi tidak sebatas berteriak-teriak hingga melakukan perbuatan anarkis.
Sejauh ini, kegiatan demo, baik yang dilakukan oleh mahasiswa, anggota organisasi kemasyarakatan, ataupun lainnya, terkesan anarkis.
Mahasiswa, sebagai kaum intelektual, seharusnya mempunyai cara tersendiri untuk menyampaikan aspirasinya dalam mengritik suatu kebijakan, tidak harus dengan cara kekerasan.
Meski demikian, aksi Sondang Hatulagung juga tidak dapat disalahkan, karena ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan rakyat Indonesia terhadap para aparat dan petinggi negara yang tidak pernah serius menindaklanjuti kritik warganya. Aksi tersebut seharusnya dapat membuka hati dan pikiran para penguasa untuk menyelesaikan permasalahan HAM yang sampai sekarang masih banyak terjadi di Indonesia.
Pesan tersirat dari kejadian ini adalah mahasiswa harus bangkit dan kritis terhadap permasalahan-permasalahan sosial. Predikat agent of change yang selama ini melekat pada mahasiswa harus benar-benar ditegakkan. Namun sikap yang diambil seharusnya bukan dengan cara anarkis yang mengganggu ketertiban hukum, dan menimbulkan berbagai pandangan negatif dari orang lain.
Mahasiswa tentu mempunyai cara tersendiri untuk berdemonstrasi serta memberikan contoh yang baik kepada masyarakat tentang bagaimana cara menyampaikan pendapat secara baik.
Generasi terdidik lebih baik fokus terhadap pemanfaatan ruang kritik yang terbuka lebar dan banyaknya lembaga yang dapat menampung aspirasi rakyat, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi dan lain-lain.
Tetapi, kunci keberhasilan langkah tersebut kembali lagi pada  respons pemerintah dalam menanggapi kritik-kritik warga tersebut. Apabila pemerintah segera menindaklanjuti permasalahan tersebut, pasti kegiatan demonstrasi yang berbau anarkis akan berkurang.
Namun sebaliknya, apabila pemerintah masih tak acuh terhadap semua itu, berarti memang pemerintah dan petinggi negaralah yang menginginkan warga untuk menyampaikan pendapat dengan bumbu anarkis supaya lebih diperhatikan. (24)

Minggu, 18 Maret 2012

Artikelku : DUA NEGARA BEKAS JAJAHAN BERPANGKU TANGAN UNTUK MAJU dalam Antologi yang Terabaikan-3

Judul : Yang Terabaikan, the Series #3
Penulis : HW Prakoso dan Kerabat SPA
Penerbit : deKa Publishing [Nulisbuku.com]
Harga : Rp. 38.500,- (belum termasuk ongkir)

”Karya-karya di dalam buku ini merupakan penyemangat bagi para penulisnya untuk terus berkarya lebih baik lagi di masa yang akan datang, dan bagi pembaca akan menjadi wacana bahwa tidak selamanya terabaikan itu kelam, karena semua cerita di dalam buku ini penuh warna dan menarik sekali untuk dinikmati.” (Dang Aji Sidik, Penulis Novelet ’Kimi Kimberly)

Buku ini merupakan kumpulan naskah yang telah tereliminasi dari beberapa ajang perlombaan menulis. Tapi kami tidak berhenti sampai di sini. Kami bersatu meraih kemenangan yang tertunda. Tanpa penyelenggara lomba, mungkin buku ini tidak akan pernah ada. Inilah waktu yang tepat, untuk menunjukkan kepada dunia. Bahwa naskah kita juga layak untuk diapresiasi. Dengan cara inilah kami berjuang mempersembahkan goresan pena terbaik demi kemajuan dunia literasi.

Terimalah sebuah karya dari Kerabat SPA: Yang Terabaikan, the Series.

***

Daftar Kontributor Yang Terabaikan, the Series #3
1. Anisa Sholihat - Segurat Senyum di Penghujung September
2. Aoi Azzahra - Dalam Derita Itulah Bahagianya
3. Dee Ann Rose - Jika Layar Tergelar
4. Dee Ann Rose - Kau
5. Dyah Nyenk - Hantu Cyber
6. Fayyadh Zyah Poetry - Ramadhan
7. Ghaaziy Mufid - Mahasiswa Mendulang Rupiah dengan Wirausaha
8. Heru Perdana - Aku, Guruku dan Pelajaran di Jalan Raya Padang-Solok
9. HW Prakoso - Cintaku Tak Sekocak Badut
10. HW Prakoso - Semangatmu Harapanmu
11. Ia Safasna - Valentine, No! Kasih Sayang, Yes!
12. Inayah Adi Oktaviana - Dua Negara Bekas Jajahan Berpangku Tangan untuk Maju
13. Luluk Kristya - Janji Awal Maret
14. Noor Halimah - Hakikat Pendidikan
15. Nurdiani Latifah - Bintang itu Harapan
16. Peri Ungu - Anakku Bahagiaku
17. Radindra Rahman - Beranda Cinta Kekasihku
18. Rahman Putra - Membunuh Ajal
19. Rifkashamorie - Cinta Salah Sangka
20. Seruni - Setelah Menikah
21. Vina Maysari - Anak-Anakku, Anak yang Cerdas dan Kreatif
22. Viona Novelia - Sakura Memanggil
23. Zahara Putri - Kakakku adalah Kekasihku


DUA NEGARA BEKAS JAJAHAN BERPANGKU TANGAN UNTUK MAJU

Maroko adalah negara yang terletak di ujung utara Benua Afrika. Negara ini mempunyai letak yang strategis, sebelah utara berbatasan dengan  Laut Tengah, sebelah  timur berbatasan dengan Aljazair, sebelah selatan berbatasan dengan Mauritania dan sebelah barat berbatasan dengan  Samudra Atlantik. Letak strategis Maroko membuat negara tersebut menjadi incaran kaum imperalis barat. Demikian juga dengan Negara Indonesia yang terletak diantara 2 benua  dan dua samudra, yaitu : Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudra Hindia dan Samudra Atlantik. Letak strategis negara Indonesia pada posisi silang, menjadikan  Indonesia dilalui oleh jalur perdagangan internasional, sehingga juga menjadi incaran penjajah.
Indonesia merdeka pada tahun 1945, sedangkan Maroko merdeka pada tahun 1956. Kedua negara tersebut sama-sama sedang berbenah dari kerugian yang dialami pada masa penjajahan, yang mana pada waktu itu terjadi eksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara besar-besaran. Kerja sama kedua negara ini berawal dari penyerahan surat kredensial Duta besar Nazir Pamontjak pada tanggal 19 April 1960 kepada Raja Maroko Mohammed V. Pada waktu itu, Dubes Nazir diminta untuk mempersiapkan kunjungan Presiden Sukarno ke Maroko untuk mengawali hubungan bilateral dengan Maroko. Sehingga sampai sekarang, hubungan itu telah terjalin selama 51 tahun dan menghasilkan kerja sama di berbagai aspek. Namun banyak pihak yang merasa kerja sama itu belum optimal, sehingga perlu terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Maroko merupakan negara yang hijau nan subur. Alamnya tidak jauh berbeda dengan wilayah Asia, meskipun negara ini terletak  di benua Afrika. Bahkan  bisa dikatakan diantara Negara Arab dan Afrika, Maroko termasuk negara pertanian yang terkemuka dan unggul. Sedangkan  Indonesia, akibat letak geografisnya sangat dipengaruhi  oleh laut. Hal ini menyebabkan udaranya selalu lembab karena mengandung uap air dan banyak hujan. Keadaan tersebut sangat menguntungkan usaha perkebunan dan cocok untuk  berbagai jenis pertanian. Sehingga sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.
Dalam sektor pertanian, Maroko terlihat unggul karena tingginya tingkat ekspor hasil pertanian ke berbagai Negara Eropa dan Timur Tengah. Sedangkan Indonesia, sekitar 70% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Melihat kunggulan tersebut, kerja sama Indonesia-Maroko di bidang pertanian bisa berupa saling mengadakan studi banding ke masing-masing negara untuk mempelajari ke unggulan metode pertanian yang diterapkan di masing-masing negara, bersama-sama mengadakan penelitian untuk menghasilkan varietas tanaman baru yang unggul, sehingga bisa meningkatkan komoditas hasil panen di kedua negara tersebut, dan lain-lain. Kondisi alam yang cocok untuk pertanian, membuat kerja sama kedua negara di bidang ini sangat efektif.
Tidak hanya itu, kerja sama pada sektor pariwisata pun cukup menjanjikan. Indonesia maupun Maroko mempunyai keindahan alam yang sangat fantastis, sehingga sangat dikagumi oleh para turis asing. Selain keindahan alam, Indonesia menpunyai wisata sejarah yang sangat melimpah. Mulai dari Candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban dunia, Candi Prambanan, Goa Akbar, dan lain-lain. Begitu pula dengan Maroko, disana juga terdapat banyak tempat bersejarah yang patut dijadikan tempat wisata, seperti Goa Hercules di Tanger, Penjara Portugis di Safi, Jami Quaraouyin di Fes, dan lain-lain. Potensi besar dalam bidang pariwisata tersebut juga dapat dijadikan celah untuk membangun kerja sama yang lebih menguntungkan. Namun nampaknya warga Indonesia belum memprioritaskan periwisata di negara-negara Afrika. Sehingga langkah utama untuk menjalin kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Maroko adalah mempromosikan wisata Indonesia di Maroko, maupun sebaliknya. Langkah tersebut dapat menambah devisa masing-masing negara. Apalagi Indonesia dan Maroko telah memiliki perjanjian bebas visa untuk pelancong dari masing-masing negara. Hal ini merupakan timbal balik dukungan pemerintah Indonesia terhadap kemerdekaan Maroko, karena pada tahun 1960, RajaMohammed V berjanji akan memenuhi satu permintaan Presiden Sukarno saat berkunjung ke Rabat, dan Bung Karno hanya meminta pembebasan visa bagi warga negara Indonesia bila berkunjung ke Maroko. Upaya pembebasan visa tersebut diharapkan bisa menarik minat warga negara untuk berkunjung atau berwisata ke masing-masing negara tersebut.
Pada aspek pendidikan, Indonesia dan Maroko bisa berupaya untuk mengadakan pertukaran pelajar, beastudi ke negara sahabat, mengadakan kerja sama antara sekolah di Indonesia dan Maroko, dan lain sebagainya. Karena kita semua harus sadar, pendidikanlah yang paling berperan penting atas kemajuan suatu negara. Banyaknya Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki suatu negara akan percuma tanpa adanya SDM unggul yang dapat mengolahnya. Rendahnya SDM yang berkualitas mengakibatkan negara gampang dijajah oleh negara lain, serta negara akan tertinggal perkembangan IPTEK dan dicap sebagai negara bodoh. Tentu semua orang tidak mau negaranya bernasib malang seperti itu. Mengetahui begitu pentingnya peran pendidikan, seharusnya pemerintah serius untuk mengupayakan perbaikan kualitas pendidikan.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kerja sama pada aspek keagamaan. Mengingat kedua negara ini sama-sama memiliki penduduk yang mayoritas beragama Islam. Apalagi Menteri Luar Negeri Maroko telah menilai Indonesia dengan penduduk muslim terbesar menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, dimana nilai Islam, demokrasi dan modernisasi dapat berjalan beriringan, sehingga Maroko ingin belajar demokrasi dan Islam dari Indonesia. Keadaan menguntungkan ini bisa dijadikan celah untuk kerjasama lebih serius di bidang agama. Indonesia dan Maroko harus sama-sama melakukan tindakan nyata yang dapat memajukan perkembangan Islam di dunia dan mengatasi berbagai konflik yang bertujuan untuk merusak nilai-nilai islam.
Namun, kerja sama ini  mengalami beberapa hambatan, diantaranya hambatan dalam penggunaan bahasa. Mayoritas orang Maroko menggunakan bahasa Arab dan bahasa Perancis, sehingga agak sulit terjalin komunikasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, hendaknya pemerintah Indonesia harus memperbanyak pendidikan bahasa Perancis maupun bahasa Arab, begitu pun dengan Maroko yang mulai memperkenalkan bahasa Indonesia disana, atau mungkin kedua negara ini bisa menggunakan bahasa perantara yaitu bahasa Inggris. Berbagai upaya tersebut, diharapkan kerja sama antara dua negara ini berjalan lebih lancar.
Semoga dengan kerja sama ini, baik Indonesia maupun Maroko dapat menunjukkan kepada dunia luar, meskipun mereka adalah negara bekas jajahan tetapi mereka mampu menjadi negara maju. Kebulatan tekad dan semangat kedua negara ini untuk maju, pasti akan menuai hasil yang maksimal, bahkan tidak mustahil jika kelak kemajuannya melebihi negara-negara yang dulu telah menjajah mereka.

Referensi :
Keterangan:
Naskah diikutkan pada Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional Tentang RI-Maroko (http://www.pewarta-indonesia.com/warta-redaksi/29-warta-redaksi/4635-lomba-menulis-artikel-tingkat-nasional-tentang-ri-maroko.html) tanggal penyelenggaraan : 1 April s/d 30 Juni 2011


Biodata:
Inayah Adi Oktaviana, lahir di Sragen, tanggal 5 Oktober 1993. Sekarang masih menjadi mahasiswa di FKIP Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS). Beberapa karyanya pernah dimuat di media masa. Dapat dihubungi melalui akun FB : Inayah Adi Oktaviana

Artikelku : ASA ANAK BANGSA UNTUK KEMAJUAN DUA NEGARA dalam Antologi Yang Terabaikan-2



Judul : Yang Terabaikan, the Series #2
Penulis : HW Prakoso dan Kerabat SPA
Penerbit : deKa Publishing [Nulisbuku.com]
Harga : Rp. 38.500,- (belum termasuk ongkir)

”Karya-karya di dalam buku ini merupakan penyemangat bagi para penulisnya untuk terus berkarya lebih baik lagi di masa yang akan datang, dan bagi pembaca akan menjadi wacana bahwa tidak selamanya terabaikan itu kelam, karena semua cerita di dalam buku ini penuh warna dan menarik sekali untuk dinikmati.” (Dang Aji Sidik, Penulis Novelet ’Kimi Kimberly)

Buku ini merupakan kumpulan naskah yang telah tereliminasi dari beberapa ajang perlombaan menulis. Tapi kami tidak berhenti sampai di sini. Kami bersatu meraih kemenangan yang tertunda. Tanpa penyelenggara lomba, mungkin buku ini tidak akan pernah ada. Inilah waktu yang tepat, untuk menunjukkan kepada dunia. Bahwa naskah kita juga layak untuk diapresiasi. Dengan cara inilah kami berjuang mempersembahkan goresan pena terbaik demi kemajuan dunia literasi.

Terimalah sebuah karya dari Kerabat SPA: Yang Terabaikan, the Series.

***

Daftar Kontributor Yang Terabaikan, the Series #2
1. Abdullah Kholil - Bioteknologi Cinta
2. Abdullah Kholil - Indonesia Sea Games
3. Alkaton - Mas Roy
4. Anggita Asakura - Cabut Gigi serta Ucapan Itu
5. Aoi Azzahra - Dalam Derita Itulah Bahagianya
6. Aya Maulia - Warga Tuan Rumah
7. HW Prakoso - Demit
8. HW Prakoso - Gitar Kehidupan
9. Inayah Adi Oktaviana - Asa Anak bangsa untuk Kemajuan Dua Negara
10. Juliana Wina Rome - Satisfaction and Expectation
11. Kamal Agusta - Gasing
12. Luluk Kristya - Kuliah Oh Kuliah
13. Nanda Ochi - Menikah Lagi
14. Nay Riskara - Kembar Batik
15. Noor Halimah - Menjadi Pelayan Virtual
16. Nyi Penengah Dewanti - Surat Kepada Wakil Rakyat
17. Rahman Putra - Ayah Mereka
18. Rassela Malinda - Aku Anak Aidit, Kamu Anak Yani, Kita Semua Manusia, Ya kan
19. Resha T. Novia - Tenggelam dalam Fatamorgana
20. Sabil Ananda - Cerita Cenat Cenut Cicah Cukang Credit
21. Shinja Tsaqib - Bintang dan Sepotong Mimpi
22. Vina Maysari - Cinta yang Terluka
23. Zahara Putri - Bangkit dari Masa Lalu

ASA ANAK BANGSA UNTUK KEMAJUAN DUA NEGARA

Kebanyakan orang mengartikan mimpi sebagai bunga tidur. Namun tidak hanya itu, mimpi juga bisa diartikan sebagai suatu harapan yang ingin dicapai oleh seseorang untuk menjadikan kehidupannya kelak menjadi lebih baik. Berbicara tentang mimpi, semua orang pasti mempunyai mimpi. Kita semua pasti tahu, tidak ada kesuksesan tanpa mimpi, karena mimpi itulah yang membuat kita mengusahakan apa yang kita inginkan.
Semua orang pasti mempunyai mimpi untuk negara. Misalnya, kita berharap kelak Inonesia akan menjadi negara maju, atau mungkin kita berharap kelak Indonesia akan mempunyai pendapatan perkapita lebih besar dari pada Amerika Serikat, atau harapan-harapan lain yang tersimpan dibenak kita. Apa harapan itu salah? Terlalu muluk-mulukkah? Jawabnya adalah tidak. Memang suatu mimpi kadang terasa konyol, tetapi tanpa mimpi seseorang tidak punya tujuan yang jelas. Tidak salah juga jika seseorang mempunyai mimpi yang muluk-muluk, karena mimpi itu hanyalah target yang akan menjelaskan tujuan kita dan akan membuat kita termotivasi untuk mencapainya. Jadi, dengan adanya mimpi itu kita harus berusaha keras untuk mencapainya, dan jangan buat mimpi itu menjadi mimpi di siang bolong belaka. Kita harus menjadikan mimpi itu sebagai cita-cita yang harus kita capai..
Apa harapan itu harus selalu tercapai persis seperti apa yang kita bayangkan? Mungkin sebagian orang berpendapat ‘ya’, namun asumsi itu sebenarnya salah. Ada hal yang perlu kita ketahui, bahwa tidak ada pencapaian sempurna di dunia ini. Suatu harapan yang disertai dengan tekad bulat dan kerja keras, pasti akan menuai hasil yang maksimal. Meskipun, hasilnya tidak sama persis seperti apa yang kita bayangkan. Kita harus meyakini, apa yang kita dapat pastilah yang terbaik untuk kita, karena makhluk hidup hanya bisa berusaha dan Sang Khaliq-lah yang berhak menentukan semua.
Semua orang pasti ingin kemajuan negaranya. Namun, apakah semua itu dapat dicapai sendiri dan tanpa campur tangan negara lain? Negara itu seperti manusia, yang diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial. Artinya, fitrah manusia memang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, begitu pula dengan negara. Suatu negara tidak akan bisa berkembang tanpa bantuan negara lain, karena tidak semua aspek kehidupan dapat tercukupi oleh apa yang dimiliki negara itu sendiri. Maka dari itu, kerja sama antarnegara bukan lagi menjadi sesuatu yang penting, melainkan sesuatu yang harus dilakukan karena itu adalah kebutuhan. Sebab, dalam proses  kerja sama pasti ada pengaruh timbal balik untuk saling menguntungkan dan melengkapi suatu kekurangan satu sama lain.
Indonesia telah mengadakan kerja sama dengan beberapa negara, antara lain dengan Maroko, negara yang terletak di ujung utara Benua Afrika. Hubungan bilateral kedua negara ini telah terjalin selama 51 tahun, dan dalam kurun waktu lebih dari setengah abad itu, kedua negara tersebut telah menuai banyak hasil kerja sama. Hubungan antara Indonesia dan Maroko tidak sekedar hubungan bilateral biasa, melainkan sudah bagaikan dua negara yang bersahabat. Sebagai bentuk persahabatan dan penghargaan atas kerja sama antara kedua negara tersebut, salah satu jalan di jantung kota Rabat, ibukota kerajaan Maroko, dinamai dengan Jalan Soekarno, serta Jalan Jakarta dan Jalan Bandoeng yang masih terdapat di Kota Rabat. Begitu pula di Jakarta, terdapat jalan yang diberi nama Casablanca, kota perdagangan terpenting dan kota pelabuhan di Maroko, sebagai jalan yang terpenting dan tersibuk di Jakarta.
Negara Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan Negara Maroko, seperti : mempunyai letak geografis yang strategis, merupakan bekas negara jajahan, mempunyai alam nan subur sehingga unggul dalam pertanian, mayoritas penduduk beragama islam, mempunyai berbagai objek wisata dan kebudayaan yang sangat menarik, mempunyai sumber daya alam yang melimpah, dan kedua negara ini termasuk negara berkembang yang sedang membangun. Berbagai kesamaan tersebut dapat dijadikan celah untuk membangun kerja sama yang harmonis.
Bidang kerja sama yang telah digeluti Indonesia dan Maroko antara lain: ekspor impor, beasiswa studi, bersama-sama mengadakan penelitian terhadap berbagai varietas tanaman, penampilan budaya masing-masing negara dalam acara pentas seni, pembebasan visa bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Maroko maupun sebaliknya, dan lain-lain. Namun kerja sama tersebut harus ditingkatkan kembali, karena banyak warga Indonesia yang belum mengetahui hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko, dan mungkin begitu pula dengan warga Maroko.
Untuk peningkatan  kerja sama, sebaiknya pemerintah mengikutsertakan partisipasi masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat menyalurkan mimpinya dalam rangka peningkatan  kerja sama antara Indonesia dan Maroko dan kemajuan Negara Indonesia. Hal ini dilakukan agar  kerja sama antara dua negara ini lebih terpublikasikan, sehingga yang tidak tahu menjadi tahu. Pengadaan lomba artikel ini merupakan salah satu ajang aspirasi warga Indonesia, khususnya para generasi muda yang menginginkan kemajuan kerja sama antara Indonesia dan Maroko. Lomba artikel ini sangat bermanfaat, karena pada artikel tersebut beberapa generasi muda yang merupakan wakil dari seluruh generasi muda di Indonesia, menyampaikan mimpi dan harapannya untuk perkembangan kemajuan bangsa Indonesia serta kemajuan persahabatan dengan Maroko. Sebaiknya lomba ini tidak hanya di lakukan di Indonesia, tetapi di Maroko juga. Sehingga para pelajar dan mahasiswa disana juga bisa ikut berpartisipasi untuk kemajuan negaranya.
Harapannya semua artikel buatan anak negeri ini benar-benar diperhatikan oleh pihak yang terkait dan berbagai mimpi ini diwujudkan dalam suatu tindakan yang nyata. Sehingga kerja sama kedua negara ini akan membuahkan hasil yang optimal dan dapat mendongkrak kemajuan kedua negara. Semoga acara seperti ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya, agar dapat menghimpun lebih banyak lagi pelajar yang berpartisipasi.

Referensi :



Keterangan:
Naskah diikutkan pada Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional Tentang RI-Maroko (http://www.pewarta-indonesia.com/warta-redaksi/29-warta-redaksi/4635-lomba-menulis-artikel-tingkat-nasional-tentang-ri-maroko.html) tanggal penyelenggaraan : 1 April s/d 30 Juni 2011


Biodata:
Inayah Adi Oktaviana, lahir di Sragen, tanggal 5 Oktober 1993. Sekarang masih menjadi mahasiswa di FKIP Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS). Beberapa karyanya pernah dimuat di media masa. Dapat dihubungi melalui akun FB : Inayah Adi Oktaviana